Web hosting

SPONSOR

PESAN DINDA

Sebab hatimu teralingi, maka pandanganmu pada-Nya terhalangi. Padahal mestinya dirimu menyadari bahwa Allah adalah sumber keberadaan. Tetapi dirimu malah terpaku pada keberadaan makhluk-Nya. Dirimu seperti orang yang terpana pantulan cahaya hingga mengabaikan sumber cahaya.
Dirimu terjebak oleh persepsi dan ilustrasimu sendiri. Sadarlah, dunia dengan segala pengalaman dan peristiwa yang dialami hanyalah sebentar.
DIA-lah yang abadi.

By. Dinda Fitty
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Tampilkan postingan dengan label Bunda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bunda. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Oktober 2011

10 JURUS CEPAT HAMIL

Proses kehamilan melibatkan sejumlah faktor: usia, keturunan, anatomi organ tubuh, kondisi kesehatan fisik dan mental, serta waktu yang tepat. Sejumlah kiat berikut diharapkan membantu mewujudkan keinginan Anda dan pasangan untuk cepat-cepat punya momongan. Selamat mencoba!
  1. Pola makan harus sehat. Dari lahan yang baik akan dihasilkan hasil panen yang baik pula. Tingkatkan konsumsi sayuran, buah-buahan, dan air putih untuk kelancaran proses metabolisma tubuh Anda. Bila perlu, konsumsi suplemen, misalnya 0,4 mg setiap hari selama 3-4 bulan sebelum hamil, akan menurunkan risiko janin menderita gangguan tabung saraf, misalnya spina bifida sebesar 70%. Pola makan sehat dan bergizi seimbang juga membantu Anda menjaga berat badan tetap dalam kisaran normal.
  2. Tinggalkan  kebiasaan buruk. Tubuh Anda juga harus bebas dari berbagai senyawa kimia yang dapat mengganggu proses pembuahan sel telur oleh sel sperma, dan proses tumbuh kembang janin kelak. Tinggalkan rokok dan minuman beralkohol. Kebiasaan merokok, misalnya, terbukti meningkatkan risiko keguguran.  
  3. Kompak! Selain calon bunda, calon ayah pun harus prima kesehatannya. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sel-sel sperma, calon ayah sebaiknya menghindari pakai celana dalam yang ketat dan terbuat dari bahan sintetis, mengurangi konsumsi minuman berkafein seperti kopi, dan berhenti merokok.
  4. Bergerak.  Olahraga maupun aktivitas fisik lainnya yang dilakukan rutin, selain membuat tubuh jadi bugar, juga menjaga kestabilan berat badan. Sebab, kelebihan berat badan pada wanita akan menyebabkan produksi hormon estrogennya berlebihan sehingga mempersulit kehamilan. Sementara pada pria akan menurunkan jumlah dan kualitas sel sperma.
  5. Berjemur.  Kecukupan vitamin D di dalam tubuh mempengaruhi tingkat kesuburan pria maupun wanita. Para pria dengan kadar vitamin D di bawah normal, terbukti meningkatkan kadar sejenis asam amino di dalam darah, yakni homosistein, yang bisa mengganggu proses pembentukan sel-sel baru, termasuk sel sperma. Hal serupa terjadi pada wanita. Selain mengonsumsi makanan atau minuman sumber viatamin D, kebutuhan vitamin ini juga bisa dengan berjemur di pagi hari selama kurang lebih 20 menit.  
  6. Bebas Infeksi. Penyakit infeksi, seperti tosksoplasma dan penyakit menular seksual, yang tidak diobati dapat menghambat terjadinya kehamilan. Untuk memastikan Anda bebas dari berbagai penyakit infeksi yang mungkin tidak Anda sadari, periksalah kondisi kesehatan organ reproduksi Anda ke dokter kandungan. Apalagi, bagi Anda yang belum juga dikaruniai momongan setelah setahun menikah. Anda juga dapat meminta saran jenis-jenis vitamin apa saja yang perlu dikonsumsi untuk meningkatkan peluang terjadinya kehamilan.
  7. Cek masa subur. Hubungan intim sebaiknya dilakukan pada saat Anda dalam masa subur atau masa dimana sel-sel telur di dalam indung telur (ovarium) sudah matang dan siap dibuahi.
  8. “Intim” sebelum masa subur. Begitu masuk ke dalam tubuh Anda, sel-sel sperma sebaiknya langsung bertemu dengan sel-sel telur yang sudah matang. Karena itu, hubungan intim sebaiknya dilakukan tepat sebelum masa subur tiba, atau menjelang masa subur, sehingga sel-sel telur matang memiliki kemungkinan besar untuk dibuahi. Ini mengingat sel-sel telur hanya bertahan 24 jam, dan bila tidak dibuahi akan keluar sebagai haid.   
  9. Posisi tepat. Pilihlah posisi hubungan intim yang memungkinkan Anda berfungsi sebagai “mangkuk” yang menampung sel-sel sperma. Posisi Anda di bawah dan pasangan di atas adalah pilihan tepat. Bila perlu, letakkan bantal di bawah panggul untuk memudahkan Anda bertahan pada posisi tersebut, paling tidak selama 20-30 menit. Jangan langsung bangun dan berdiri begitu selesai berhubungan intim.
  10. Cukup 3 kali seminggu. Pria kadangkala membutuhkan jeda sekitar 3 hari sebelum tubuhnya mampu menghasilkan sel-sel sperma dalam jumlah yang optimal untuk melakukan pembuahan. Untuk itu, hubungan intim tidak perlu dilakukan setiap hari karena justru akan melemahkan sel-sel sperma yang dihasilkan. Jadi, hubungan intim sebanyak 3 kali dalam seminggu sudah cukup. Nikmati saja dan bersikaplah santai.

Selasa, 16 Agustus 2011

PUDING JERUK KELAPA MUDA

Resep ini bisa dicoba untuk mengusir keluhan mual dan muntah yang sering datang menggangu selama kehamilan.

Bahan:

2 buah jeruk mandarin segar, kupas dan dipilah tiap juring.
100 gram daging kelapa muda yang sudah dikeruk.
2½ sendok teh mentega.

Karamel:
100 gram gula pasir.
50 cc air.

Adonan susu:
3 butir telur ayam.
400 cc susu evaporasi.
? sendok teh bubuk vanila.

Cara membuat:

1. Masak adonan karamel: Panaskan gula dalam wajan hingga berbuih dan berwarna kecokelatan. Tuangi air dan masak hingga gula mencair dan berwarna cokelat tua –jangan diaduk. Tuang karamel ke dalam 5 buah mangkuk kecil tahan panas @ volume 200 cc. Beri 3 juring jeruk. Sisihkan.
2. Buat adonan susu: Kocok telur dan gula hingga tercampur rata. Tambahkan susu dan bubuk vanila, lalu aduk kembali. Tuang ke dalam mangkuk berisi karamel dan jeruk.
3. Letakkan beberapa lembar kerukan kelapa muda dan bubuhi ½ sendok teh mentega pada masing-masing mangkuk.
4. Masukkan mangkuk dalam loyang besar yang berisi air setinggi apa?. Rendam mangkuk-mangkuk puding, masukkan ke dalam oven bersuhu 140°C. Masak tim selama 1 jam atau hingga puding matang.

untuk 5 porsi

SUSU EVAPORATED atau evaporasi adalah susu yang sudah dibuang airnya hingga 60%. Susu ini digunakan sebagai pengganti krim encer atau single cream yaitu kepala susu yang kadar lemaknya kurang dari 40%. Mudah di dapat di pasar swalayan.

Persiapan Sebelum Persalinan

Kelahiran anak merupakan suatu yang selalu diimpikan oleh pasangan hidup rumah tangga, ketahuilah, anak adalah karunia Allah dan merupakan titipan dari-Nya. Tapi, pada umumnya bagi calon ibu, atau sang akhwat yang melahirkan untuk pertama kali, biasanya merasa ngeri dan bingung, gimana sih cara melahirkan????.

Tapi jangan khawatir ukhti,…

Sebenarnya tidak perlu ada yang dicemaskan, bertawakallah kepada Allah, Yang Maha Kuasa. Kemudian artikel bawah ini mudah-mudahan bisa membantu ukhti dalam mengurangi ketegangan menghadapi persalinan, setelah pertolongan dari Allah ta’ala. Artikel ini berisikan pengetahuan umum tentang reaksi, kejadian, serta tindakkan yang harus kita lakukan, selamat membaca

Kejadian-kejadian pada kala I sebelum kelahiran.


Kala I :  Permulaan kontraksi yang teratur sampai pembukaan lengkap leher rahim.

I : a. Pembukaan leher rahim sampai 3 cm.

b.Kejadian :

- His (kontraksi ) teratur tiap 10-15 menit.
- Keluar sedikitdarah campur lendir
- Pembukaan leher rahim.
- Ibu merasa nyeri di pinggang.

c Tindakan :
- Jika ketuban belum pecah bolehberjalan-jalan.
- Mengosongkan kandung seni.

II. a. Pembukaan leher rahim 3-9 cm.

b. Kejadian:
- His (kontraksi) makin kuat tiap 3-5 menit.
- Ketuban menonjol/pecah.
- Ibu merasa nyeri perut yang kuat sehingga berbaring.

c.Untuk mengurangi nyeri :
- Tekan dengan tangan pada tulang kelangkang dan menggosok punggung.
- Banyak minum.
- Sering kencing
- Tidak boleh mengejan, tarik napas dalam-dalam jika ingin pengejan

.III a. Pembukaan 9-10 cm.

b. Kejadian :
- His makin kuat tiap 2-3 menit.
- Timbul nyeri yang keras.
- Keluar darah saat his.
- Ketuban pecah.

c Tindakan :
- Tidak boleh mengejan sebelum pembukaan lengkap.
- Tarik nafas secara cepat saat his.

 Kejadian-kejadian dalam kala II persalinan.
a.Kejadian :
- Kepala belum sampai dasar panggul.
- His mengejan, kehendak mengejan sukar di kendalikan.
- Keluar darah, lendir makin banyak.
-Pembukaan lengkap.
- Ketuban pecah.
- Ibu tanpa sadar ingin menarik tungkai ke atas.

b. Tindakan :
- Pada waktu kesakitan itu dipersilahkan menarik nafas dalam-dalam, kemudian dengan menahan nafas, menutup mulut, mengangkat kepala mengejan selama ada his dan istirahat bila kontraksi berhenti.

Gejala Bersalin.
- Lebih mudah bernafas.
- Sering BAK.
- Perut kendang,tegang.

Segera ke RS / Bidan, jika :
- Kontraksi rahin teratus, 10-15menit sekali, perut keras, jika tidur dinding perut naik
- Nyeri pada pinggang menuju perut.
- Dengan majunya waktu his makin kuat.
- Keluar lendir bercampur darah.
- Terjadi pendarahan leher rahim.

 Persiapan fisik :
- Tenang, minum susu +telur.
- Mandi air hangat.
- Memotong rambut aurat.

 Pelepasan uri (tali pusat).
- 5-80 menit, uri harus keluar.
- Reaksi dari rahim.
- Pelepasan uri rahim berkontraksi,darah mengalir, tali pusat memanjang, rahim naik ke atas menjadi keras dan bulat.
- Ibu merasa mules di perut.

Masa dua jam setelah persalinan.
- Rahim berkontraksi.
- Ibu gembira, merasa gemetar, ingin istirahat.
- Usahakan kencing dengan cara :

i. Cepat bangkit dari berbaring.
ii. Menaruh botol air hangat di atas perut bagian bawah.
iii. Dengar suara air kran.
iv.Usahakan 3 hari sebelum melahirkan sudah buang air basar, agar saat melahirkan tidak menumpuk, kalau susah BAB makan pepaya, obat dulcolax.

Posisi melahirkan

- Hemat tenaga pada awal kontraksi perut terasa. Usahakan mandi air hangat, minum susu + telur, bersikap santai, jalan-jalan, sampai darah, lendir keluar sedikit.
- Jika kontraksi semakin hebat. Berbaring, ubah-ubahlah posisi berbaring, duduk dengan mengganjal punggung dengan beberapa bantal.
- Posisi persalinan : berbaring terlentang dengan kedua kaki di tekuk, kepala ibu diluruskan / mengubah posisinya miring, saat tidak ada kontraksi.

--------

Coment Via Facebook

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Von Edison Alouisci - Premium Blogger Themes | Blogger Templates