Seperti apa MPASI itu?
Makanan
Pendamping ASI sebaiknya mengandung banyak cairan, terutama untuk bayi
usia 6 bulan yang baru belajar makanan padat. Cairan didapatkan dari
bahan makanan yang mengandung banyak cairan seperti pure buah, jus buah
segar dan penambahan air matang atau ASI/Susu Formula. Pastikan memberi
bayi makanan segar, bukan jus hasil buatan pabrik terutama yang bukan
diperuntukan untuk makanan bayi.
Kapan saat yang tepat memberikan MPASI?
Pertumbuhan
bayi usia di atas 6 bulan membutuhkan asupan zat Gizi yang lebih
beragam. Selain itu aktifitas fisiknya semakin meningkat serta
pertumbuhan yang pesat sehingga ia memerlukan kalori dan nutrisi selain
ASI, dan jumlahnya pun bertambah sejalan dengan pertumbuhannya. Pada
saat inilah yang tepat untuk memberikan Makanan Pendamping ASI atau
MPASI.
Bagaimana mengenalkan makanan padat pada bayi?
Bayi
usia 6 bulan belum mempunyai pencernaan yang sempurna, sehingga
pengenalan MPASI harus dimulai secar bertahap. Mulailah dengan makanan
encer yang bertekstur lembut seperti pure buah atau bubur saring yang
banyak mengandung cairan, kemudian sedikit demi sedikit menjadi lebih
padat. Begitu pula dengan bahan makanan yang digunakan, pada awal
pengenalan cukup terdiri dari satu macam jenis buah sehingga mudah
dicerna dan tidak merangsang sistem pencernaan bayi.
Buah segar
adalah pilihan yang baik. Secara bertahap dapat ditambahkan dua atau
tiga jenis buah sekaligus. Sayuran dapat mulai diberikan di awal usia 7
bulan setelah bayi terbiasa dengan pure buah. Usahakan memilih sayuran
yang mudah dicerna, perhatikan juga cara penyiapannya. Berikan satu
macam sayuran dalam satu kali makan, setelah bayi mulai terbiasa dengan
masing-masing jenis sayuran dapat ditambahkan 2-3 jenis sekaligus. Hal
ini juga buntuk mengetahui jika bayi alergi terhadap satu jenis makanan
tertentu.
Bagaimana memilih bahan makanan pendamping ASI?
Usia
bayi 6-8 bulan:Jenis buah: pepaya, pri, apel, pisang, melon dan jeruk
babyJenis sayuran: brokoli, bayam merah/hijau, wortel dan daun
kangkungKacang-kacangan: kacang hijau, kacang merah, kacang polong dan
kedelai. Untuk beberapa jenis kacang seperti kacang merah dapat dikupas
dahulu di awal pemberian.
Usia bayi 8-9 bulan:
Semua
yang diberikan di usia sebelumnya, ditambah beberapa makanan sumber
karbohidrat dan protein.Sumber Karbohidrat: beras merah/putih, Jagung
manis, labu kuningSumber protein: daging sapi dan daging ayam (pilih
daging tanpa lemak), hati ayam, daging ikan tanpa duri seperti salmon,
gindara, tenggiri, marlin dan kakap. Tempe dan tahu/tofu.Bahan tambahan:
yogurt bayi dan keju alami, ada juga keju khusus bayi yang rasanya
tawar serta sedikit mengandung garam.
Usia bayi 9-12 bulan:
Pada
usia ini bayi dapat mulai diperkenalkan pada variasi rasa dan tekstur
makanan yang beragam sehingga menambah perbendaharaan cita rasa si
kecilSayuran berserat seperti buncis muda dan kacang kapriKuning telur
yang dimasak hingga matangBahan makanan seperti makaroni, pasta dan mie.
Hindari mie instan plus bumbunya karena mengandung banyak garam dan
vetsin. Sebisa mungkin tidak menambahkan bumbu dan kaldu instan.Finger
food atau makanan yang dipotong-potong seukuran jari seperti apel, pir,
wortel yang dapat dikukus sebentar, mentimun dan kentang goreng.
Bagaimana mengolah makanan bayi?
Banyak ragam cara pengolahan yang dapat anda ikuti. Detil pengolahan dapat dilihat di setiap resep makanan balita.
Beberapa saran dan tips pengolahan standar sebagai berikut:
- Pastikan mencuci tangan sebelum mempersiapkan makanan bayi.
- Gunakan
peralatan yang disediakan khusus untuk bayi. Tak perlu yang mahal,
cukup pisahkan peralatan memasak untuk bayi dengan peralatan masak untuk
keluarga
- Perhatikan kebersihan peralatan tersebut, pastikan
untuk mencuci bersih peralatan masak dan makan. Peralatan makan dapat
disterilisasi dahulu sebelum digunakan.
- Bahan makanan dapat dikukus, rebus, ditim atau dimatangkan dengan microwave tergantung dari jenis makanannya
- Untuk membuat puree buah yang halus anda dapat menggunakan food processor, atau pergunakan alat sederhana seperti penyaring teh setelah diblender dengan sedikit air.
- Usahakan
untuk mengolah bahan makanan untuk sekali makan terutama pure buah.ASI
atau susu formula dapat ditambahkan dalam proses pengolahan.
- Bubur
halus dapat dibuat sekaligus untuk disimpan di freezer paling lama
hingga 30 hari. Wadah penyimpanan dapat menggunakan wadah es batu dan
dimasukan dalam kantung plastik pembungkus. Dapat juga digunakan
wadah-wadah plastik khusus makanan seukuran sekali makan.
- Untuk menyajikannya dapat dipanaskan terlebih dahulu dengan microwave, dengan mengukus atau cukup dipanaskan di atas kompor.
- Hindari menyimpan makanan sisa di freezer. Sebaiknya sisa makanan dibuang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.