Web hosting

SPONSOR

PESAN DINDA

Sebab hatimu teralingi, maka pandanganmu pada-Nya terhalangi. Padahal mestinya dirimu menyadari bahwa Allah adalah sumber keberadaan. Tetapi dirimu malah terpaku pada keberadaan makhluk-Nya. Dirimu seperti orang yang terpana pantulan cahaya hingga mengabaikan sumber cahaya.
Dirimu terjebak oleh persepsi dan ilustrasimu sendiri. Sadarlah, dunia dengan segala pengalaman dan peristiwa yang dialami hanyalah sebentar.
DIA-lah yang abadi.

By. Dinda Fitty
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Tampilkan postingan dengan label Buah Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buah Hati. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Oktober 2011

Telur Dadar Tempe

Berikan menu variasi telur untuk si kecil. Telur dadar tempe salah satu pilihan menu kali ini.
Bahan :
2 butir telur
50 gr tempe, dikukus, ditumbuk halus
1 tangkai daun seledri, diiris halus
1/2 batang daun bawang, diiris halus
1 siung bawang putih ukuran kecil, dicincang halus
1/4 buah bawang bombay, dicincang halus
1/4 sdt garam
1/2 sdt saus tomat
1/2 sdm margarin untuk menumis
merica bubuk sedikit
Cara Membuat:
1. Panaskan margarin. Tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum. Angkat dan sisihkan.
2. Kocok lepas telur. Masukkan tumisan bawang putih, tempe, cabai rawit merah, daun seledri, daun bawang, garam, dan merica bubuk. Aduk rata.
3. Tambahkan saus cabai. Aduk rata.
4. Panaskan 1 sendok makan margarin. Masukkan campuran telur. Aduk-aduk sebentar. Tutup. Biarkan sampai matang.

http://adf.ly/2zxcN
http://dinda-fitty.blogspot.com/

Minggu, 09 Oktober 2011

Panduan MPASI


Seperti apa MPASI itu?

Makanan Pendamping ASI  sebaiknya mengandung banyak cairan, terutama untuk bayi usia 6 bulan yang baru belajar makanan padat. Cairan didapatkan dari bahan makanan yang mengandung banyak cairan seperti pure buah, jus buah segar dan penambahan air matang atau ASI/Susu Formula. Pastikan memberi bayi makanan segar, bukan jus hasil buatan pabrik terutama yang bukan diperuntukan untuk makanan bayi.

Kapan saat yang tepat memberikan MPASI?
Pertumbuhan bayi usia di atas 6 bulan membutuhkan asupan zat Gizi yang lebih beragam. Selain itu aktifitas fisiknya semakin meningkat serta pertumbuhan yang pesat sehingga ia memerlukan kalori dan nutrisi selain ASI, dan jumlahnya pun bertambah sejalan dengan pertumbuhannya. Pada saat inilah yang tepat untuk memberikan Makanan Pendamping ASI atau MPASI.

Bagaimana mengenalkan makanan padat pada bayi?
Bayi usia 6 bulan belum mempunyai pencernaan yang sempurna, sehingga pengenalan MPASI harus dimulai secar bertahap. Mulailah dengan makanan encer yang bertekstur lembut seperti pure buah atau bubur saring yang banyak mengandung cairan, kemudian sedikit demi sedikit menjadi lebih padat. Begitu pula dengan bahan makanan yang digunakan, pada awal pengenalan cukup terdiri dari satu macam jenis buah sehingga mudah dicerna dan tidak merangsang sistem pencernaan bayi.
Buah segar adalah pilihan yang baik. Secara bertahap dapat ditambahkan dua atau tiga jenis buah sekaligus. Sayuran dapat mulai diberikan di awal usia 7 bulan setelah bayi terbiasa dengan pure buah. Usahakan memilih sayuran yang mudah dicerna, perhatikan juga cara penyiapannya. Berikan satu macam sayuran dalam satu kali makan, setelah bayi mulai terbiasa dengan masing-masing jenis sayuran dapat ditambahkan 2-3 jenis sekaligus. Hal ini juga buntuk mengetahui jika bayi alergi terhadap satu jenis makanan tertentu.

Bagaimana memilih bahan makanan pendamping ASI?
Usia bayi 6-8 bulan:Jenis buah: pepaya, pri, apel, pisang, melon dan jeruk babyJenis sayuran: brokoli, bayam merah/hijau, wortel dan daun kangkungKacang-kacangan: kacang hijau, kacang merah, kacang polong dan kedelai. Untuk beberapa jenis kacang seperti kacang merah dapat dikupas dahulu di awal pemberian.

Usia bayi 8-9 bulan:
Semua yang diberikan di usia sebelumnya, ditambah beberapa makanan sumber karbohidrat dan protein.Sumber Karbohidrat: beras merah/putih, Jagung manis, labu kuningSumber protein: daging sapi dan daging ayam (pilih daging tanpa lemak), hati ayam, daging ikan tanpa duri seperti salmon, gindara, tenggiri, marlin dan kakap. Tempe dan tahu/tofu.Bahan tambahan: yogurt bayi dan keju alami,  ada juga keju khusus bayi yang rasanya tawar serta sedikit mengandung garam.

Usia bayi 9-12 bulan:
Pada usia ini bayi dapat mulai diperkenalkan pada variasi rasa dan tekstur makanan yang beragam sehingga menambah perbendaharaan cita rasa si kecilSayuran berserat seperti buncis muda dan kacang kapriKuning telur yang dimasak hingga matangBahan makanan seperti makaroni, pasta dan mie. Hindari mie instan plus bumbunya karena mengandung banyak garam dan vetsin. Sebisa mungkin tidak menambahkan bumbu dan kaldu instan.Finger food atau makanan yang dipotong-potong seukuran jari seperti apel, pir, wortel yang dapat dikukus sebentar, mentimun dan kentang goreng.

Bagaimana mengolah makanan bayi?
Banyak ragam cara pengolahan yang dapat anda ikuti. Detil pengolahan dapat dilihat di setiap resep makanan balita.

Beberapa saran dan tips pengolahan standar sebagai berikut:
  • Pastikan mencuci tangan sebelum mempersiapkan makanan bayi.
  • Gunakan peralatan yang disediakan khusus untuk bayi. Tak perlu yang mahal, cukup pisahkan peralatan memasak untuk bayi dengan peralatan masak untuk keluarga
  • Perhatikan kebersihan peralatan tersebut, pastikan untuk mencuci bersih peralatan masak dan makan. Peralatan makan dapat disterilisasi dahulu sebelum digunakan.
  • Bahan makanan dapat dikukus, rebus, ditim atau dimatangkan dengan microwave tergantung dari jenis makanannya
  • Untuk membuat puree buah yang halus anda dapat menggunakan food processor, atau pergunakan alat sederhana seperti penyaring teh setelah diblender dengan sedikit air.
  • Usahakan untuk mengolah bahan makanan untuk sekali makan terutama pure buah.ASI atau susu formula dapat ditambahkan dalam proses pengolahan.
  • Bubur halus dapat dibuat sekaligus untuk disimpan di freezer paling lama hingga 30 hari. Wadah penyimpanan dapat menggunakan wadah es batu dan dimasukan dalam kantung plastik pembungkus. Dapat juga digunakan wadah-wadah plastik khusus makanan seukuran sekali makan.
  • Untuk menyajikannya dapat dipanaskan terlebih dahulu dengan microwave, dengan mengukus atau cukup dipanaskan di atas kompor.
  • Hindari menyimpan makanan sisa di freezer. Sebaiknya sisa makanan dibuang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

    http://adf.ly/2zxcN

Rabu, 17 Agustus 2011

Tips Membantu Bayi Yang Mengalami Konstipasi atau Susah Buang Air Besar.

Bila bayi mengalami kesulitan untuk buang air besar maka sebagai orang tua kita akan menjadi kuatir. Kita akan membahas beberapa tips yang dapat membantu bayi anda.
Bila bayi mengalami kesulitan untuk buang air besar maka sebagai orang tua kita akan menjadi kuatir. Dibawah ini adalah beberapa tips untuk membantu bayi anda yang mengalami kesulitan sewaktu buang air besar atau disebut konstipasi.

• Berikan bayi anda lebih banyak cairan seperti air putih, susu atau setelah usia 4 bulan dapat diberikan jus buah yang diencerkan.

• Olahraga---bantulah bayi anda dengan melakukan exercise atau olah raga kecil dengan cara menekuk lutut bayi kearah perutnya secara lembut beberapa kali, yang akan membantu untuk mengeluarkan BAB (buang air besar).

• Berikan bayi anda mandi air hangat.

• Oleskan vaselin atau baby oil di daerah sekitar anus bayi.

• Setelah bayi mulai makan padat, berikanlah lebih banyak makanan yang berserat dari buah dan sayuran.

Kiranya tips diatas dapat membantu bayi anda yang mengalami kesulitan buang air besar.

Dan anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter anda, bila:

• setelah merubah cara dan kebiasaan diet makan yang ada tetap tidak memecahkan masalah,
• bila bayi atau anak tampak sangat kesakitan,
• keluar darah di feses (tinja)
• terjadi robekan di daerah anus karena tekanan yang kuat.

Senin, 15 Agustus 2011

Bermain Bagi Anak



"Aduh jangan pegang ini sayang, nanti kotor..". Pernahkah mendengar reaksi tersebut keluar dari mulut seorang ibu manakala mendapati anaknya bermain lumpur?. Jawabannya mungkin sering..bahkan mungkin kita termasuk di dalamnya.

Karena bermain adalah sarana mengekspresikan diri pada anak, maka biarkan permainan tersebut bersifat se-natural mungkin tanpa kita perlu melarang atau membatasinya..
Nah daripada sibuk melarang si anak melakukan ini dan itu, mending kita fikirkan bagaimana agar anak dapat bermain dg leluasa untuk mengekspresikan dirinya tanpa membahayakan si anak itu sendiri.
Yuk kita intip hal-hal apa saja sih yg sebenarnya diperlukan agar anak bisa bermain?

1. Ekstra Energi
Untuk bermain seorang anak memerlukan ekstra energi yg dpt diperoleh dari konsumsi makanannya sehari-hari. Anak yg sakit, kecil keinginannya untuk bermain.

2. Waktu
Anak harus mempunyai cukup waktu untuk bermain. Jangan terlalu membatasi anak dalam bermain tetapi bukan berarti membiarkan anak bermain seharian. Bermain sambil melatih kedisiplinan anak. orang tua menyediakan waktu khusus untuk bermain, misalkan setelah tidur siang, setelah pulang sekolah atau disesuaikan dg kebutuhan anak.

3. Alat Permainan
Sesuaikan alat permainan dg umur dan taraf perkembangan anak. Hal ini bertujuan untuk merangsang perkebangan baik motorik kasar, motorik halus maupun kemampuan bahasa seorang anak.

4. Ruangan untuk Bermain

Ruangan tidak usah terlalu lebar dan tidak perlu ruangan khusus untuk bermain. Anak bisa bermain diruang tamu, halaman bahkan diruang tidurnya. Yg terpenting adalah tempat yg aman dan nyaman.

5. Pengetahuan cara bermain

Anak akan belajar bermain melalui mencoba-coba sendiri, meniru teman-temannya atau diberi tahu caranya oleh orang lain. Cara yg terakhir adalah yg terbaik, karena anak tidak terbatas pengetahuannya dalam menggunakan alat permainannya dan anak-anak akan mendapat keuntungan lebih banyak.

6. Teman bermain

Anak harus merasa yakin bahwa ia mempunyai teman bermain kalau ia memerlukan, apakah itu saudaranya, orang tuanya atau temannya. Karena kalau anak bermain sendiri, maka ia akan kehilangan kesempatan belajar dari teman-temannya. Sebaliknya, jika bermain dg terlalu banyak anak, maka dapat mengakibatkan anak tidak mempunyai kesempatan yg cukup untuk mengibur diri dan menemukan kebutuhan dirinya.
Sebisa mungkin orang tua mendampingi anak dalam bermain sehingga tercipta keakraban antara orang tua dan anak, sekaligus sebagai ajang mencurahkan kasih sayang orang tua serta kesempatan bagi orang tua untuk bisa memahami dan mengikuti perkembangan anaknya

---

Produk Bayi Yg Bisa digunakan



Meskipun dibuat khusus untuk kulit bayi, beberapa produk di bawah ini juga bisa kita gunakan untuk melengkapi koleksi make-up dan perawatan kulit. Dan yang penting, aman bagi kulit sensitif.

Baby Sunblock
Tak suka pakai sunblock yang membuat kulit lengket? Pakai saja sunblock untuk bayi. Formulanya ringan, tak menyumbat pori, dan membuat kulit terasa lembap (bukan lengket).

Baby Lotions

Setelah selesai beraktivitas seharian dengan sepatu hak tinggi, cuci kaki Anda dan oleskan tumit dengan baby lotions untuk melembutkan kulit dan mencegah kapalan.

Shampo Bayi

Bagi Anda yang memiliki masalah rambut berminyak, shampo bayi adalah salah satu solusi yang bisa dicoba. Shampo ini juga bisa membuat rambut Anda harum seperti bayi.

Baby Wipes (Tissue basah)
Ini mungkin adalah produk bayi yang paling banyak digunakan orang dewasa. Tissue basah sangat efektif sebagai penghapus kosmetik di wajah. Pilihlah yang tidak mengandung parfum agar tak membuat kulit wajah iritasi.

Baby Oil
Baby oil bisa kita gunakan untuk dua hal. Pertama, usapkan pada kulit tubuh yang terasa kering. Bisa juga sebagai efek agar kulit terlihat bercahaya. Kedua, baby oil juga berfungsi sebagai penghapus make-up mata. Bahasi kapas dengan baby oil, dan usapkan ke mata (dalam keadaan mata terpejam) hingga eye shadow, eye liner, dan maskara terhapus, lalu cuci muka seperti biasa.

Bedak bayi
Selain dipakai di tubuh untuk mengurangi keringat, bedak bayi juga bisa kita pakai secara darurat saat sedang tak sempat keramas dan rambut terlihat berminyak. Bubuhkan sedikit di puncak rambut, terutama bagian poni, sisir dengan tangan untuk mengurangi kesan berminyak.

Coment Via Facebook

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Von Edison Alouisci - Premium Blogger Themes | Blogger Templates