Web hosting

SPONSOR

PESAN DINDA

Sebab hatimu teralingi, maka pandanganmu pada-Nya terhalangi. Padahal mestinya dirimu menyadari bahwa Allah adalah sumber keberadaan. Tetapi dirimu malah terpaku pada keberadaan makhluk-Nya. Dirimu seperti orang yang terpana pantulan cahaya hingga mengabaikan sumber cahaya.
Dirimu terjebak oleh persepsi dan ilustrasimu sendiri. Sadarlah, dunia dengan segala pengalaman dan peristiwa yang dialami hanyalah sebentar.
DIA-lah yang abadi.

By. Dinda Fitty
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Agustus 2011

Syair Cinta Lillahi Ta'ala

Gejolak syahwat dirundung nafsu
Mengebu-gebu biaskan rindu
Bukan maksud tak harapkan kamu
Tak ingin ku terjebak cinta semu

Biarkan perlahan hasrat ini hilang
Terbang dikeheningan malam
Kuyakin cinta sejati kan datang
Penuh halal curahkan asa terpendam

Meredam nafsu hempaskan khayalan
Kita lakukan demi raih kebahagiaan
Walau bias cinta ini tetap tertahan
Kita lunasi setelah pernikahan

Namun keputusan adalah milikNya
Walau kerahkan daya dan upaya
Bersabar ikhtiar dalam doa
Demi raih asa bersama

Duhai ukhti jangan kau kecewa
Bila ku tak kuasa hadapi semua
Relakan biasnya cinta dalam asa
Bersama dia kau kan bahagia

Biarkan ku hanyut dalam tafakur
Karena cintaku yang tak terukur
Melalui syair nurani ini kusadur
Takkan goyah walau harapan hancur

Duhai Rabbi penguasa hati ini
Siram jiwaku dan terangi
Hapus riak sedih dalam sepi
Menghirup sejuk udara pagi

Afwan bila ku tak setangguh dugaanmu
Karena ku bersandar pada Rabbku...
Diriku lemah yang fakir lagi hina
Takkan bisa hadiahkan harta dunia

Segenggam asa kan tetap ada
Walau nanti lain bentuknya
Cintaku ini Lillahi Ta'ala
Kau pun rasakan getarannya

Berbahagia dan bersyukurlah
Meskipun aku bukan pendampingmu
Jadikan cintanya sebagai wadah
Tempatmu cengkrama tuangkan rindu

Waktu bergulir teramat cepat
Hentakkan nafas membiru dahsyat
Duhai Mujahidah calon bidadari
Kurasa kau paham pesanku ini

Diriku kaku membatu rindu padamu
Menanti rapi elegi mentari pagi...

By : Pujangga Miskin Al Ghuroba' (based on a True Story)
********************************************************

Perlahan malam menggantikan siang dan mentari berganti rembulan. Telah berjuta kali hatinya meminta, lalu ia terjatuh dan merangkak dalam kegelapan. Harapannya timbul tenggelam karena sang ikhwan terus menatapnya dari balik hijab dan menunggu... guna mengucapkan kata yang sama. Tapi sang akhwat tiada merasa perlu mengatakannya karena cinta yang dia berikan kepada ikhwan itu telah ternoda oleh nafsu. Akhwat hanya berharap ada secercah cahaya yang memberinya kekuatan untuk bangkit. Bangkit dari harapan tak bertepi yang melahirkan fenomena kehidupan. Akhirnya Allah mengabulkan pintanya dalam cahaya remang misyqat bening di tembok surga...

Kini akhwat tahu bahwa dirinya tak lagi menjadi harapan bagi sang ikhwan... Alam menceritakan bahwa sang ikhwan telah ghadul bashar bahkan dari jarak ribuan kilometer. Bahwa sang ikhwan telah tegas seperti sedia kala ketika harus berhadapan dalam agenda dakwah. Bahwa sang ikhwan semakin khusyuk dalam munajat dan ikhtiarnya mendekati Allah. Bahwa sang ikhwan telah menjadikan Allah sebagai tumpuannya dalam setiap sujud dan takbir. Bahwa sang ikhwan semakin karib dengan ayat-ayat Al-Qur'an dan tadabburnya. Subhanallah...

Perlahan airmata akhwat menitik mendengar alam mengisahkan. Akhwat tahu ia sedih sekali mengetahui kini dirinya tiada lagi yang mencinta, tapi ia juga bahagia dirinya yang dhoif dan fana ini tak mengotori hati ikhwan yang khusyuk bermunajat... pada Sang Ilahi Rabbi. Kini ia tahu bahwa mereka saling mengikhlaskan satu sama lainnya karena cinta mereka pada Allah. Mereka ada untuk Allah dan akan selamanya seperti itu. Kini hijab hijau yang terhampar diantara keduanya panjang terbentang dan tidak akan terbuka selama-lamanya kecuali takdir Allah mengatakan berbeda.

Akhwat itu tersenyum pada Allah dalam tangis malamnya. Akhwat itu menangis haru pada Allah dalam relung hatinya. Karena mereka tahu rasanya mengikhlaskan kekasih yang dicinta demi Allah Azza wa Jalla... Subhanallah...

Setiap malam akhwat berdoa agar dirinya terjauh dari itu semua. Isak tangis menemani malam-malamnya kala meminta. Ia merintih dalam bisu... Ia mengakui pada Yang Maha Mengetahui segala isi hati, bahwa ia memang sulit melepaskan ikhwan yang ...telah bersemayam di hatinya, tapi ia juga ingin membuangnya jauh-jauh dari segala harapnya. Ia menangis karena ia terlalu lemah untuk meminta sesuatu yang bertentangan dengan hatinya. Ia meminta dijauhkan dari ikhwan itu padahal ia tahu persis ia telah terlajur mencintai ikhwan itu dari relung hatinya. Ikhwan yang bertalenta itu telah menjadi bagian hatinya... Tapi ia tidak bisa meninggalkan ikhwan itu menetap di hatinya... Ia harus melepaskan ikhwan itu dari hatinya, demi cintanya pada Sang Khalik. Ia akan mengikhlaskan ikhwan itu kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala... Jika mereka harus berpisah maka ia rela berpisah demi Allah Azza wa Jalla...

********************************************************

Hati-hatilah dengan perangkap syetan yang memang sangat ahli membisik-bisikkan sesuatu ke dalam hati manusia agar dia menjadi khawatir, ragu, dan berpaling dari kebenaran, termasuk dalam hal jodoh. Banyak orang yang menjadi buta dan tidak mengindahkan nasihat orang lain saat hatinya dilanda perasaan tak menentu. Kegundahan ini sebenarnya bisa berubah menjadi ketenteraman dan ketenangan jika kita memperhatikan beberapa hal.

Pertama, husnuzhan-lah (berbaik sangka) kepada Allah. Takdir apapun yang Allah tetapkan untuk kita, itu adalah hak Allah sepenuhnya. Dan yakinlah, ketentuan Allah adalah hal terbaik bagi kita.

Kedua, doa dan istighfar adalah senjata terampuh bagi setiap permasalahan yang kita hadapi. Teruslah memohon ampun pada-Nya karena siapa tahu apa yang menimpa kita merupakan buah dari kesalahan-kesalahan kita.

Maka sepantasnyalah kita memohon ampun terlebih dahulu sebelum kita menyampaikan keinginan-keinginan kita kepada Allah. Mintalah pasangan pilihan Allah untuk menjadi jodoh kita.

Ketiga, sempurnakan dengan amalan, yaitu tekun berpuasa. Bukankah itu yang dianjurkan oleh Rasulullah bagi para lajang selama mereka belum mendapatkan pasangan? Puasa dapat membantu kita untuk mengontrol hati sehingga tidak mengalami kekecewaan berkepanjangan.

Keempat, jangan menyendiri! Berkumpullah dengan orang-orang yang taat dan shalih yang dapat membangkitkan semangat kebaikan pada diri kita.

Kelima, pilihlah seseorang yang amanah dan takwa untuk dijadikan sebagai teman curhat yang bisa memberikan solusi yang tepat dan benar sesuai dengan tuntunan agama.

Kita berharap, semoga kegundahan yang dialami si Fulan atau Fulanah yang sedang menanti jodoh berubah menjadi ketenteraman dan ketenangan sehingga membuat mereka menjadi semakin produktif.

Yakinlah, bahwa Allah Mahatahu atas kebutuhan kita dibanding kita sendiri...
Wallahu a'lam bishawab...

Dari Sahabat : By Pujangga Miskin

Minggu, 07 Agustus 2011

Istikharah Cintaku

:
teks arab doa istikharah 1
Allaahumma, innii astakhiiruka bi’ilmika, wa astaqdiruka biqudratik.
teks arab doa istikharah 2
Wa as-aluka min fadhlikal ‘azhiimi, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyuub.
teks arab doa istikharah 3
Allaahumma, in kunta ta’lamu anna haadzal amra khairul lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii, faqdurhu lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiih.
teks arab doa istikharah 4
Wa in kunta ta’lamu anna haadzal amra syarrul lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii, fashrifhu ‘annii, washrifnii ‘anhu, waqdur liyal khaira haitsu kaana, tsumma radhdhinnii bih.




"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan [yang tepat] kepada Engkau dengan ilmu [yang ada pada]-Mu, dan aku memohon kekuasaan-Mu [untuk menyelesaikan urusanku] dengan kodrat-Mu.
Dan aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang agung, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedangkan aku tidak berkuasa, dan Engkau Mahatahu sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib.
Ya Allah, sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih baik untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta [lebih baik pula] akibatnya [di dunia dan akhirat], maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini.
Dan sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih buruk untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta [lebih buruk pula] akibatnya [di dunia dan akhirat], maka jauhkanlah urusan ini dariku, dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya "..

Jumat, 29 Juli 2011

ATAS NAMA TAARUF



(curhat dari seorang akhwat)

Saudariku….sahabatku…
ukhty muslimah….

Sungguh pun taaruf bukanlah sebuah permainan….
bukan sekedar coba-coba…
bukan sekedar perkiraan…

“hmm..siapa tahu cocok…”
“hmm…siapa tahu jodoh…”
“siapa tahu…” siapa tahu…’
atau bahkan…
” Hmm….lumayanlah…buat hepi-hepian…???????”
Astaghfirullah….

Sungguh…Taaruf itu bukanlah sebuah keisengan seperti itu….!!!!

Bagaimana mungkin SATU-SATUNYA JALAN YANG DIHALALKAN OLEH ALLAH…OLEH ISLAM..
adalah sebuah permainan iseng…permainan coba-coba…sebuah kesenangan terselubung…??????

Bagaimana mungkin suatu upaya untuk menghindari PACARAN…
justru tanpa disadari masuk dalam PACARAN tersebut…

Bagaimana mungkin sebuah upaya untuk membuahkan suatu yang suci…suatu ikatan yang mahal harganya…sebuah perjanjian agung yakni PERNIKAHAN
adalah sebuah lelucon yang bisa dilakukan dengan siapa saja…
siapa saja
yang mau…siapa saja yang ada…
atau sebuah iseng-iseng
berhadiah…??????????????

Dengan perkataan…
“coba ah…sama dia…siapa tahu…hehehe..???????????”

TAARUF BUKAN HAL-HAL REMEH TEMEH SEPERTI ITU….!!!!!!!
TAARUF ITU SUNGGUH SUCI…!!!

Sungguh bukan hak saya untuk berkata demikian sebenarnya…

Saya bukan siapa-siapa…bahkan saya adalah orang yang sangat sangat awam dengan masalah ini….

Tapi…sungguh miris hati saya ketika melihat realita…
taaruf seakan jadi sebuah solusi atau jalan lain karena tidak boleh pacaran…!!!

Akibatnya…???
Taaruf tiada bedanya dengan pacaran…???

Lalu…???
taaruf adalah pacaran hanya dibungkus dengan “selimut Islami…”????????

Jika pacaran yang dibicarakan adalah…(hmm..mungkin ..^^)
“sayang…ketemuan yuk…”

Taaruf…
“ukhty…sholat tahajud dulu…??????????”

Jika pacaran mengungkapkan perasaan dengan
“sayang…aku cinta kamu…”

Taaruf …??
“ukhty…sungguh hati ini mencintaimu karena Allah…????”

Sms-sms penuh perhatian…tiap hari…tiap jam…
Telepon-telepon mengobrol kehidupan sehari-hari…
Chatting..???
YANG DIBICARAKAN…???????
hmm.. tidak jauh beda…!!!

Kiranya semuanya telah tahu…
Bahwa wanita adalah fitnah terbesar bagi seorang laki-laki…

Namun…saya wanita…dan ukhty pun wanita…
Tapi kita juga tau…bahwa perhatian laki-laki…
kasih sayangnya…
sikap melindunginya…
kesetiaannya adalah cobaan yang tidak kalah hebatnya bagi seorang wanita…

Mungkin kami para akhwat pada awalnya akan berkata…
“iih…iseng banget sih…”
“nyebelin…”
“ganjen…”
“TP TP…”
“ngapain sih ngajak-ngajak taarufan nggak jelas..”

TAPI….kita semua juga tahu….
Cinta itu tumbuh karena terbiasa…
terbiasa dekat…
terbiasa ada…
terbiasa bersama…
terbiasa berantem..hhe..^^

terbiasa saling menyapa…
terbiasa diberi perhatian…
terbiasa saling mengobrol…
hmm…

Cinta itu teramat bening…
saat ini tiada apapun…
namun perlahan…
tanpa kita sadari…
dia sudah menjalar ke seluruh bagian jiwa kita,,,
menguasai kita…

Awalnya mungkin kita akan merasa sebal dengan kehadirannya…

Terganggu oleh sms-sms isengnya….
Terganggu oleh pertanyaan-pertanyaan anehnya….
Namun…tanpa kita sadari…
saat ia tiada…
saat sms tak kunjung tiba…
saat telepon tak berdering lama….????
akan ada perasaan kehilangan….
setiap saat melihat ke HP…
menunggu deringnya…
setiap saat melongok ke komputer…
menunggu onlinenya…..

Dan itukah…???
itukah saudariku….???
yang dinamakan dengan…
“MENCINTAI KARENA ALLAH…???”

itukah…????
itukah….?????????

ya akhi…para ikhwan….
sungguh hati wanita ini lemah….
hati wanita itu mudah terjangkiti virus….
dan bagaimana jika kita telah jatuh cinta…
bagaimana ternyata hati kita sudah saling merindu…
menginginkan adanya kebersamaan…

merindukan adanya kasih yang tanpa akhir…
sementara….KITA BELUM HALAL….!!!!!!

DAN MUNGKIN KITA TIDAK AKAN PERNAH JADI HALAL….!!!!!!

sanggupkah engkau pertanggungjawabkan sms-sms mesramu…???
sangggupkah engkau pertanggungjawabkan telepon mesramu…???
sanggupkah engkau pertanggungjawabkan tangis kami karena mulai merindukanmu…???
mulai berharap padamu…???

Tolong, kami hanya ingin menjaga diri .
Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA.
Karena janji Allah itu pasti.
Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik.

Ya akhi….ikhwan…calon pemimpin kami di masa depan….
Jika engkau benar-benar serius…
mengapa engkau hanya bersembunyi dibalik internetmu…???
Bersembunyi dibalik HPmu…???
Bersembunyi dalam kata-katamu…????????
kita sudah lelah dengan semua itu…

sungguh pun kita tidak mengharapkan seorang laki-laki BERMENTAL TEMPE…

yang hanya berani di dunia maya…
yang hanya berani di dunia sms…

dan yang lari dari tanggungjawab setelah merasa tidak cocok….

Jika engkau memang sungguh serius…
DATANGLAH PADA ORANGTUA KAMI…!!!
JAWAB PERTANYAAN KAMI DENGAN LANTANG…!!
DIHADAPAN KAMI…!!!!
JAWAB PERTANYAAN KAMI SECARA LANGSUNG….!!!!

kami wanita ingin pemimpin yang berani….
kami wanita yang ingin menjaga diri…
kami wanita yang tidak ingin diberi harapan palsu…
janji gombal….
kami wanita yang ingin laki-laki yang halal…..

DENGARLAH AKHI…
KAMI WANITA YANG BERBEDA…!!!!!!
PERNIKAHAN ADALAH KESUCIAN….
DAN JALAN MENUJU PERNIKAHAN TENTUNYA HARUS SESUCI PERNIKAHAN ITU PULA…!!!

Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup.
Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.
Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain, dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tujuan yang satu.

Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yang mampu mendebarkan hati jutaan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu.
Itu janji Allah.
Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu.

Juga jangan melampaui batas yang telah Allah etapkan.
Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan emberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak.
Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha Illahi.
Aku akan merasa amat bernilai andai dapat
menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu.
Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu.

Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku.

Aku pasti berendam air mata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku.

Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya.

Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa.
Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga….


ATAS NAMA TAARUF…???
MUNGKIN SALAH SEORANG LAKI-LAKI AKAN BERTANYA…

” mengapa wanita begitu selektif memilih orang yang akan taaruf..”

maka…
wanita akan menjawab..
suami kami nanti kelak akan menjadi pemimpin kami…
akan kami layani kebutuhannya….
akan kami tunggu kehadirannya…
akan kami berikan jiwa kami…raga kami….
bagaimana mungkin kami lalai dalam memilih calon suami…
meski hanya dalam rangka taaruf…??

suami kami nanti akan menjadi pembimbing agama kami…
penjaga kami…pelindung kami…

bagaimana mungkin kami akan gegabah dalam menentukan pilihan…
meski hanya sebatas tukaran biodata..??
mentaati suami kami adalah salah satu jalan kami ke surga…
ketaatan pada suami adalah lambang kesholihan kami….

bagaimana mungkin kami akan cepat memutuskan siapa pilihan kami meski hanya sebatas kata…
”baik saya setuju…taarufan…”

ya akhi….saudaraku…para ikhwan….
JANGAN TAWARKAN KEISENGAN ATAS NAMA TAARUF PADA KAMI…!!!!!
KETAHUILAH…KAMI ADALAH WANITA YANG BERBEDA…!!!!!
---------------
Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang
Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al
Baqarah : 45 ]

By.Dinda

Coment Via Facebook

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Von Edison Alouisci - Premium Blogger Themes | Blogger Templates